Dokumentasi wawancara penjurian IFSEA 2026 PT Sarinah
Dokumentasi wawancara penjurian IFSEA 2026 PT Sarinah

FirstIndonesiaMagz.id– Pada Jumat (27/2), PT Sarinah telah mengikuti kegiatan wawancara penjurian Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah First Indonesia bekerja sama dengan MPK2I (Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia) serta didukung oleh beberapa asosiasi keselamatan serta kementerian dan lembaga terkait, sebagai upaya mendorong penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul dan berkelanjutan di berbagai sektor industri.

Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 merupakan ajang apresiasi nasional yang dirancang sebagai platform pengakuan strategis bagi perusahaan dan institusi yang menunjukkan komitmen nyata dalam perlindungan aset, keselamatan jiwa, dan keberlangsungan bisnis melalui penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul.

IFSEA 2026 tidak hanya berfokus pada aspek kepatuhan teknis, tetapi juga menempatkan fire safety sebagai bagian dari manajemen risiko perusahaan, business continuity, serta tata kelola organisasi yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, IFSEA 2026 menjadi wadah benchmarking nasional, pembelajaran praktik terbaik, serta kolaborasi antara dunia usaha, regulator, dan praktisi keselamatan kebakaran.

Dalam kegiatan IFSEA 2026 ini akan melalui beberapa tahap meliputi kegiatan penjurian dan penilaian dari para dewan juri serta tahap final-nya perolehan penghargaan.

PT Sarinah memaparkan implementasi sistem keselamatan kebakaran yang disampaikan oleh Komaruddin selaku Department Head HSE serta didampingi oleh Tomy B. Kurniawan selaku Division Head Building, Zulnaidi selaku Department Head MEP, dan Nurul Komala Sari. Sesi penjurian juga dihadiri oleh Harry Dwi Putra, Fadryanto, A.Md, ST, dan Amri Cahyono, ST, MM., selaku Dewan Juri.

Dalam presentasinya, PT Sarinah menekankan bahwa pengelolaan keselamatan kebakaran menjadi bagian penting dari pengelolaan gedung komersial dan perkantoran dengan kategori risiko kebakaran tinggi. Gedung Sarinah yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, memiliki luas bangunan sekitar 43.245 m² dengan 15 lantai, sehingga membutuhkan sistem keselamatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Sebagai gedung publik dan ikon komersial, kami memastikan sistem fire safety tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga mampu memberikan rasa aman bagi pengunjung, tenant, dan seluruh pekerja di lingkungan Sarinah,” ujar Komaruddin.

PT Sarinah menerapkan strategi pencegahan melalui safety induction kepada berbagai pihak, mulai dari tim cleaning service, tim security, hingga pekerja vendor dan tenant. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh individu yang beraktivitas di gedung memahami risiko dan prosedur keselamatan kebakaran.

Dari sisi infrastruktur, sistem proteksi kebakaran dibangun secara aktif dan pasif. Sistem pasif meliputi fire compartment, fire door, smoke barrier, emergency exit, serta fire shutter. Sementara sistem aktif mencakup smoke detector, heat detector, gas detector untuk area F&B, fire alarm panel, sprinkler system, hydrant indoor dan outdoor, fire pump, serta APAR berbagai jenis.

“Kami memastikan seluruh sistem proteksi, baik aktif maupun pasif, bekerja secara terpadu sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan proses evakuasi dapat berlangsung aman,” jelas Komaruddin.

SOP Darurat dan Kesiapsiagaan Gedung

Dalam pengelolaan operasional, Sarinah memiliki SOP dan prosedur darurat kebakaran yang didukung jadwal inspeksi bulanan, pengujian pompa berkala, testing alarm, serta checklist maintenance. Jalur evakuasi dan titik kumpul juga telah ditetapkan secara jelas untuk memastikan proses penyelamatan berjalan tertib saat kondisi darurat.

Komaruddin menjelaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi aspek utama dalam menjaga keselamatan penghuni gedung.

“Kesiapan sistem tidak hanya ditentukan oleh peralatan, tetapi juga kedisiplinan dalam inspeksi dan pemeliharaan rutin agar seluruh fasilitas selalu berada dalam kondisi siap pakai,” ujarnya.

PT Sarinah juga secara rutin melaksanakan pelatihan pemadam kebakaran dan fire drill yang melibatkan ratusan peserta. Pelatihan teori dan praktik yang dilaksanakan pada Juli 2025 diikuti sekitar 200 peserta dan menunjukkan peningkatan pemahaman klasifikasi api serta penggunaan APAR sesuai SOP.

Sementara itu, kegiatan fire drill pada November 2025 menunjukkan hasil positif dengan prosedur evakuasi berjalan sesuai SOP, assembly point yang tertib, serta koordinasi tim respons yang cepat.

PT Sarinah terus berkomitmen melakukan inovasi dalam metode pelatihan agar budaya keselamatan semakin kuat.

“Kami mengembangkan konsep pelatihan fire drill berbasis entertainment agar peserta tidak hanya patuh terhadap prosedur, tetapi juga benar-benar terlibat dan memahami pentingnya keselamatan secara menyenangkan,” ungkapnya.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah pelatihan fire drill berbasis entertainment yang menggabungkan edukasi, simulasi, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan. Program ini mencakup pameran peralatan pemadam, edukasi mitigasi dan SOP, simulasi evakuasi, hiburan di titik kumpul, hingga bazar kuliner sebagai bagian dari pendekatan humanis untuk membangun kebersamaan.

Pendekatan tersebut terbukti meningkatkan partisipasi peserta dibanding pelaksanaan fire drill sebelumnya, sekaligus menciptakan atmosfer positif dalam kegiatan keselamatan.

Melalui sistem proteksi yang terintegrasi, SOP yang terstandar, pelatihan rutin, serta inovasi pendekatan humanis, PT Sarinah menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kebakaran yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga pengalaman positif bagi seluruh pengguna gedung.

Dengan pendekatan tersebut, Sarinah terus memperkuat posisinya sebagai gedung komersial modern yang mengedepankan keselamatan, kesiapsiagaan, dan kenyamanan publik.

Sebagai penutup sesi penjurian, Tomy B. Kurniawan, Division Head Building PT Sarinah, menyampaikan apresiasi kepada dewan juri atas masukan yang diberikan.

“Terima kasih kepada para dewan juri atas seluruh masukan yang sangat berharga bagi kami. Hal ini menjadi pembelajaran penting dalam upaya membangun kembali Sarinah sekaligus memperkuat edukasi internal terkait fire safety. Saat ini, hazard fire safety menjadi isu yang sangat penting, dan ke depan kami akan melanjutkan dengan penyelidikan serta kajian lebih lanjut agar implementasi sistem keselamatan dapat terus ditingkatkan,” ujar Tomy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here