Puncak Haji 2026, Jemaah Hadapi Suhu Ekstrem hingga 47 Derajat Celsius
Puncak Haji 2026, Jemaah Hadapi Suhu Ekstrem hingga 47 Derajat Celsius

FirstIndonesiaMagz.id– Rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi dimulai pada 8 hingga 13 Dzulhijjah. Ribuan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, bersiap menjalani prosesi Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.

Puncak pelaksanaan wukuf di Arafah dijadwalkan berlangsung pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026. Dalam pelaksanaan ibadah tahun ini, jemaah diperkirakan menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 47 derajat Celsius.

Tahapan pertama dimulai pada 8 Dzulhijjah atau 25 Mei 2026, ketika jemaah diberangkatkan secara bertahap dari Makkah menuju Padang Arafah. Pergerakan dilakukan secara terjadwal untuk menghindari kepadatan selama proses mobilisasi jemaah.

Selanjutnya pada 9 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan wukuf di Arafah setelah waktu Dzuhur hingga matahari terbenam. Wukuf menjadi rukun haji yang wajib dijalankan seluruh jemaah. Setelah prosesi tersebut selesai, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk menjalani mabit atau bermalam.

Pada 10 Dzulhijjah atau 27 Mei 2026, jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan lontar Jumrah Aqabah. Setelah itu, jemaah melakukan tahallul sebagai tanda sebagian larangan ihram telah berakhir, kemudian menuju Makkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadhah.

Rangkaian ibadah dilanjutkan pada Hari Tasyrik, yakni 11 hingga 13 Dzulhijjah atau 28–30 Mei 2026. Selama periode tersebut, jemaah bermalam di Mina dan melaksanakan lontar tiga jumrah, yaitu Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Pemerintah mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik mengingat suhu di Arab Saudi diperkirakan sangat tinggi selama puncak haji berlangsung. Jemaah juga diminta memperbanyak konsumsi air, menggunakan pelindung kepala, dan mengikuti arahan petugas demi menjaga kesehatan selama menjalani ibadah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here