FirstIndonesiaMagz.id– Asosiasi Profesi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia Kabupaten Indramayu (APIK Indramayu) menyelenggarakan Seminar Nasional Online bertema Risk Management Disaster : Manajemen Kebencanaan pada Selasa malam, 4 Februari 2026, pukul 19.00–21.00 WIB melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar ini digelar sebagai respons atas meningkatnya kejadian bencana, baik bencana alam maupun non-alam, yang kerap dipicu oleh aktivitas manusia dan perubahan lingkungan. Panitia menilai, pemahaman terhadap manajemen risiko kebencanaan menjadi semakin penting, khususnya bagi praktisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Acara dibuka oleh Andri Wikono perwakilan APIK Indramayu yang menekankan bahwa bencana tidak selalu datang secara tiba-tiba, melainkan sering kali merupakan akumulasi dari risiko yang tidak dikelola dengan baik.
Dalam sambutannya, praktisi senior Occupational Health, Safety, and Environment (OHSE) Soehatman Ramli BE, SKM, MBA DIPL Sm, wso-csm , menyoroti meningkatnya frekuensi bencana di berbagai wilayah, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara lain. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara rawan bencana harus menempatkan analisis risiko sebagai bagian dari setiap aktivitas dan pembangunan.
Sementara itu, narasumber utama Ir. Subhan, ST., M.PSDA., IPU., Asean. Eng menjelaskan bahwa tidak ada aktivitas yang benar-benar bebas dari bahaya. Menurutnya, setiap potensi risiko harus diidentifikasi dan dikelola melalui pendekatan risk-based disaster management, termasuk mitigasi struktural dan non-struktural.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang di moderatori oleh Pradana Anugrah Sejati selaku Praktisi HSSE. Antusiasme peserta terlihat hingga akhir acara, yang juga dilengkapi dengan pembagian door prize serta e-sertifikat gratis bagi peserta.

Melalui seminar nasional online tersebut, APIK Indramayu berharap dapat meningkatkan kesadaran publik bahwa risiko bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kesiapsiagaan dan pengelolaan risiko menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, melalui liputan kegiatan ini, First Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan isu keselamatan, K3, dan kebencanaan secara konsisten sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di Indonesia.





























