FirstIndonesiaMagz.id– Serangan rudal yang diluncurkan Iran pada Minggu dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan berlapis Israel, termasuk sistem pertahanan udara Iron Dome. Salah satu rudal menghantam langsung sebuah gedung tujuh lantai di Haifa, menyebabkan tiga orang dilaporkan hilang di bawah reruntuhan.
Militer Israel menyatakan serangan tersebut terjadi beberapa menit setelah pihaknya mendeteksi gelombang rudal baru yang ditembakkan dari Iran sekitar pukul 15.00 GMT. Pihak militer mengonfirmasi bahwa bangunan tersebut terkena serangan langsung.
“Gedung itu mengalami dampak langsung akibat rudal,” ujar pernyataan militer Israel, Senin (6/4).
Akibat hantaman tersebut, sebagian struktur bangunan runtuh. Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan empat orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel hingga kini masih melakukan pencarian terhadap tiga orang yang diduga terjebak di bawah puing-puing bangunan.
Rekaman dari lapangan memperlihatkan tim penyelamat bekerja di tengah reruntuhan dengan bantuan senter, menyisir beton dan puing bangunan untuk menemukan korban yang tertimbun.
Salah satu korban luka adalah pria berusia 82 tahun yang sempat berada dalam kondisi serius setelah tertimpa benda berat dan terdampak ledakan. Namun, pihak rumah sakit kemudian memastikan kondisinya telah stabil.
Selain itu, tiga korban lainnya mengalami luka akibat pecahan dan dampak ledakan, termasuk seorang bayi berusia 10 bulan yang mengalami cedera pada bagian kepala.
Petugas penyelamat menyebut proses evakuasi berlangsung sulit karena banyaknya puing besar yang harus dipindahkan. Seorang paramedis mengungkapkan bahwa korban lansia berhasil diselamatkan setelah tim berhasil mengevakuasi bongkahan beton besar yang menimpanya.
Di lokasi kejadian, puluhan personel gabungan dari tim keamanan dan penyelamat dikerahkan. Visual yang beredar menunjukkan asap masih mengepul dari reruntuhan bangunan di kawasan padat penduduk, sementara tandu-tandu disiapkan di jalan untuk mengevakuasi korban.
Militer Israel juga melaporkan bahwa pada hari yang sama mereka mendeteksi setidaknya lima gelombang rudal yang diluncurkan dari Iran. Sistem pertahanan udara disebut telah diaktifkan untuk mencegat serangan tersebut, meskipun beberapa proyektil berhasil menembus pertahanan.
Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal hampir setiap hari sejak akhir Februari, sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target strategis di wilayah Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait dampak keseluruhan maupun eskalasi terbaru dari konflik tersebut.
































