First Indonesia Magazine- Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (30/9). Hingga siang hari, rupiah tercatat berada di level Rp17.849 per dolar AS.
Posisi tersebut menunjukkan penguatan rupiah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.981 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya mata uang Garuda sempat tertekan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada Selasa (29/9), rupiah ditutup di Rp17.981 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu pagi, rupiah juga telah menunjukkan penguatan. Data Bloomberg yang dikutip Metro TV menunjukkan rupiah berada di level Rp17.899 per dolar AS pada pukul 09.21 WIB, naik 0,46% dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh kondisi pasar global, termasuk arah imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia. Sebelumnya, tekanan terhadap rupiah meningkat seiring kenaikan imbal hasil US Treasury dan harga minyak.
Di tengah tekanan eksternal tersebut, Bank Indonesia (BI) juga terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Penguatan pada perdagangan Rabu membuat rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terkuat di kawasan Asia pada sesi perdagangan siang. *** (da)/ (Foto Ilustrasi)





























