FirstIndonesiaMagz.id– Di tengah meningkatnya risiko kebakaran pada bangunan dan kawasan perkotaan, penerapan standar keselamatan kebakaran kian menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Pesatnya pembangunan infrastruktur dan gedung bertingkat menuntut sistem proteksi kebakaran yang tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga terbukti andal dan berfungsi optimal saat kondisi darurat.
Berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan jiwa serta keandalan sistem proteksi kebakaran, MPK2I menyelenggarakan Seminar Offline bertema “Interpretasi & Penerapan SNI Instalasi Pompa Kebakaran SNI 6570:2023”. Kegiatan ini akan digelar secara luring pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Universitas Negeri Jakarta.
Seminar ini didukung oleh First Indonesia sebagai media partner yang konsisten mengangkat isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta melibatkan regulator, akademisi, dan praktisi untuk mendorong penerapan standar keselamatan kebakaran yang tidak berhenti pada kepatuhan administratif, tetapi benar-benar melindungi keselamatan manusia dan keandalan bangunan.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari unsur regulator, akademisi, dan praktisi, yakni Dr. Wahyu Sujatmiko, Dr. Ir. Jaf’ar Amiruddin, MT, Edi Parwoko, ST, MA, serta Moh Fahmi selaku praktisi fire expert dan Ketua MPK2I Pusat.
Tujuan Strategis yang Menjadi Fokus Utama
Dalam penyelenggaraan seminar ini, MPK2I menekankan bahwa terdapat tujuan-tujuan penting yang menjadi landasan kegiatan dan perlu dipahami oleh seluruh peserta:
Pertama, meningkatkan pemahaman teknis dan kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan terhadap SNI 6570:2023, khususnya terkait desain, material, performa, pengujian, hingga instalasi pompa kebakaran. Keseragaman pemahaman ini dinilai krusial agar standar tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi diterapkan secara tepat di lapangan.
Kedua, mendorong peningkatan keselamatan dan keandalan sistem proteksi kebakaran. Pompa kebakaran yang tidak memenuhi standar berpotensi menyebabkan kegagalan sistem saat kondisi darurat, yang dapat berujung pada kerugian besar, gangguan operasional, bahkan risiko terhadap keselamatan jiwa.
Ketiga, memperkuat perlindungan bagi pengguna dan konsumen akhir. Penerapan SNI memastikan bahwa pompa kebakaran yang digunakan telah melalui proses pengujian dan verifikasi, sehingga mutu dan kinerjanya dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun regulatif.
Keempat, mendukung daya saing industri dalam negeri. Standar yang jelas dan seragam memberikan arah bagi produsen nasional untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi teknologi, serta memperluas peluang pasar, sejalan dengan kebijakan penguatan industri nasional.
Kelima, menjadikan seminar sebagai wadah strategis dialog lintas sektor—antara regulator, akademisi, konsultan, kontraktor, praktisi, dan pengguna—untuk berbagi pengalaman lapangan serta menyelaraskan implementasi kebijakan keselamatan kebakaran.
Biaya pendaftaran sebesar Rp150.000,- dengan batas pembayaran paling lambat 10 Februari 2026.
Kesempatan ini sangat terbatas dan sayang untuk dilewatkan. Pemahaman yang tepat terhadap standar instalasi pompa kebakaran bukan hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga berperan langsung dalam melindungi aset, bangunan, dan keselamatan jiwa.
Segera daftarkan diri Anda melalui tautan berikut: https://forms.gle/PdrFkdRqtVf53zqn6
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia di 0895-8100-92020.
Mari tingkatkan kompetensi dan kesadaran keselamatan kebakaran bersama. Ikuti seminarnya, pahami standarnya, dan wujudkan lingkungan yang lebih aman.





























