Serangan Israel Meluas ke Beirut, Operasi Militer Terhadap Hizbullah Kian Intensif
Serangan Israel Meluas ke Beirut, Operasi Militer Terhadap Hizbullah Kian Intensif

FirstIndonesiaMagz.id– Serangan udara Israel dilaporkan semakin meluas hingga ke wilayah Lebanon, termasuk ke pusat kota Beirut. Salah satu gempuran menghantam kawasan yang berdekatan dengan kompleks pemerintahan Lebanon pada Kamis (12/3) waktu setempat. Eskalasi ini menunjukkan peningkatan operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan militer Israel telah diperintahkan untuk memperluas operasi militernya, termasuk dengan menyasar target di Lebanon. Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan demi menjamin keamanan wilayah utara Israel.

“Kami menjanjikan ketenangan dan keamanan bagi masyarakat di wilayah utara, dan itulah yang akan kami wujudkan,” kata Katz dalam pertemuan dengan pejabat militer senior, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/3/).

Salah satu serangan udara menghantam sebuah bangunan di kawasan Bachoura, sekitar satu kilometer dari kantor pemerintahan Lebanon, Grand Serail, sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Sebelum serangan terjadi, militer Israel sempat mengeluarkan peringatan kepada warga agar menjauh dari area yang disebut berada di dekat fasilitas Hizbullah yang menjadi target.

Tak lama setelah itu, peringatan serupa juga disampaikan kepada warga di distrik Zuqaq al-Blat yang berada di dekat lokasi pertama. Beberapa saat kemudian, serangan berikutnya menghantam bangunan lain yang posisinya lebih dekat dengan kompleks pemerintahan.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan serangan lain yang terjadi pada dini hari di wilayah Beirut. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang setelah menghantam trotoar di kawasan tepi laut yang digunakan puluhan keluarga pengungsi untuk mendirikan tenda.

Dalam sepekan terakhir, Israel meningkatkan intensitas serangan udara di wilayah selatan dan timur Lebanon serta di pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis Hizbullah. Otoritas Lebanon menyebut jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai 687 orang. Dari jumlah itu, 98 di antaranya adalah anak-anak, 62 perempuan, dan 18 tenaga medis.

Konflik yang terus memanas juga memicu gelombang pengungsian besar. Lebih dari 800.000 orang dilaporkan meninggalkan rumah mereka setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi di berbagai wilayah selatan Lebanon. Perintah evakuasi terbaru bahkan mencakup sekitar sepersepuluh wilayah negara tersebut.

Kepala militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan bahwa operasi militer yang sedang berlangsung tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Menurutnya, Israel akan terus menambah pasukan dan kemampuan militer di wilayah utara.

“Operasi ini tidak akan singkat. Kami akan mengerahkan pasukan dan kemampuan tambahan ke utara. Kami terus bergerak maju,” ujarnya.

Israel melancarkan operasi besar terhadap Hizbullah setelah kelompok tersebut menembakkan roket ke wilayah Israel pada 2 Maret. Sejak saat itu, Hizbullah dilaporkan hampir setiap hari meluncurkan roket dan drone ke arah Israel.

Militer Israel menyebut bahwa pada Rabu malam Hizbullah menembakkan sekitar 200 roket dan 20 drone secara bersamaan dengan peluncuran rudal balistik dari Iran. Namun, menurut Zamir, hanya dua dari ratusan proyektil tersebut yang dilaporkan mengenai wilayah Israel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here