
FirstIndonesiaMagz.id– Perusahaan resale fashion asal Amerika Serikat, ThredUp, mencatat pencapaian signifikan sepanjang tahun 2025 dengan lonjakan jumlah pembeli aktif yang mencapai sekitar 1,65 juta pengguna. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan paling tajam terjadi pada kuartal keempat 2025, di mana jumlah pelanggan baru melonjak lebih dari 50 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menandai momentum positif bagi perusahaan yang bergerak di pasar fesyen preloved ini, di tengah persaingan industri ritel yang semakin kompetitif.
CEO sekaligus salah satu pendiri ThredUp, James Reinhart, menyebut pertumbuhan tersebut sebagai bukti bahwa konsumen semakin terbuka terhadap konsep belanja pakaian bekas berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, perubahan perilaku belanja ini tidak hanya didorong oleh faktor harga, tetapi juga oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap nilai dan keberlanjutan produk fesyen.
Sementara itu, Chief Marketing Officer ThredUp, Kristen Brophy, menjelaskan bahwa strategi pemasaran perusahaan pada 2025 berfokus pada perluasan jangkauan audiens dan penguatan posisi merek sebagai destinasi utama belanja fesyen secondhand. Perusahaan memaksimalkan berbagai saluran digital serta memperkuat kampanye kreatif yang menekankan kemudahan menemukan produk bermerek dengan harga lebih hemat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menarik konsumen baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.
Memasuki 2026, ThredUp berencana melanjutkan ekspansi strategi pemasarannya dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk memperluas kolaborasi dan meningkatkan pengalaman pengguna di platform mereka. Manajemen optimistis tren pertumbuhan akan terus berlanjut seiring meningkatnya minat konsumen terhadap alternatif belanja fesyen yang lebih ekonomis dan fleksibel. (Nayla Mutia)






























