Tiga Desa di Bandung Terendam Banjir, Ratusan Warga Terdampak dan Puluhan Mengungsi
Tiga Desa di Bandung Terendam Banjir, Ratusan Warga Terdampak dan Puluhan Mengungsi

FirstIndonesiaMagz.id– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Sabtu (27/5) menyebabkan banjir besar di Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Sedikitnya 152 kepala keluarga (KK) atau sekitar 360 jiwa terdampak akibat luapan air yang merendam permukiman warga hingga setinggi 120 sentimeter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 75 warga terpaksa mengungsi ke shelter desa karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah meliputi Desa Bojongsoang, Desa Dayeuhkolot, dan Desa Citeureup. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menghanyutkan perabotan rumah tangga serta memutus akses jalan di sejumlah titik.

Di Desa Dayeuhkolot, kawasan RW 05 dan RW 14 menjadi area paling rawan terdampak banjir. Pemerintah desa setempat pun langsung membuka pos pengungsian di balai desa untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal sementara.

Aktivitas masyarakat di tiga desa tersebut turut terganggu akibat genangan air yang belum surut hingga malam hari.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tim gabungan dari BPBD, perangkat desa, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi terdampak banjir.

Petugas saat ini fokus melakukan pendataan kebutuhan mendesak warga, mulai dari makanan siap saji, air bersih, selimut, hingga obat-obatan.

“Pemantauan terus dilakukan karena curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan masih mengancam,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya.

Sejumlah warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun di wilayah Bandung Selatan. Mereka menilai kerusakan drainase, sedimentasi sungai, serta pembangunan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama banjir semakin parah.

BNPB mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir agar tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Mei.

Selain banjir di Kabupaten Bandung, BNPB juga sebelumnya melaporkan banjir bandang di Gorontalo akibat meluapnya Sungai Didingga setelah hujan berkepanjangan mengguyur wilayah tersebut.

Saat ini pemantauan cuaca melalui satelit dan penguatan posko darurat terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan kepada warga terdampak banjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here