FirstIndonesiaMagz.id– PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Cilacap telah mengikuti kegiatan wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 pada Kamis (30/04) dan menegaskan komitmennya dalam implementasi ESG (Environmental, Social, Governance) melalui pendekatan inovatif dan berdampak nyata.
Paparan ini disampaikan langsung oleh Andika Prastya selaku Chief Commercial & Risk Officer (CCRO), didampingi oleh Dewi Hestyani selaku GA & Comrel Manager dan Feni Eka Juliani selaku tim Environment SBI Cilacap, serta disaksikan oleh dewan juri yang terdiri dari Djati Witjaksono Hadi, Juniati Gunawan dan Agus Kuncoro.
Dalam pemaparannya, Andika menegaskan bahwa ESG bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama strategi bisnis perusahaan.
“Kami tidak melihat ESG sebagai kewajiban semata, tetapi sebagai strategi untuk memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Andika.
Sebagai bagian dari visi menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional, SBI mengintegrasikan keberlanjutan dalam seluruh aspek operasional, mulai dari inovasi produk, efisiensi energi, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
SBI Cilacap menunjukkan capaian signifikan dalam pengelolaan lingkungan dan ekonomi sirkular. Hingga saat ini, perusahaan berhasil:
- Menurunkan emisi CO₂ hingga 29% dibanding baseline 2010
- Memanfaatkan lebih dari 1,5 juta ton limbah per tahun sebagai bahan bakar alternatif
- Mengembangkan teknologi RDF untuk pengolahan sampah perkotaan
“Kami mengubah limbah menjadi sumber daya. Ini bukan hanya efisiensi, tetapi transformasi cara berpikir industri,” jelas Andika.
Selain itu, efisiensi air juga menjadi fokus utama, dengan pencapaian pengurangan penggunaan air hingga 45% di beberapa fasilitas operasional.
Salah satu program unggulan SBI Cilacap adalah Bioskop Hijau Demangkarta, yang berhasil mentransformasi kawasan mangrove rusak menjadi ekosistem produktif dan pusat ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Program ini menjadi contoh nyata transformasi ESG SBI dari pendekatan ekstraktif menuju regeneratif.
SBI juga memperkuat aspek governance melalui penerapan sistem manajemen berbasis standar internasional, seperti ISO 9001, 14001, 45001, dan 50001. Selain itu, perusahaan secara konsisten memperoleh penghargaan PROPER Hijau dan Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menutup sesi pemaparan, Dewi Hestyani selaku GA & Comrel Manager menyampaikan apresiasi atas kesempatan dan masukan yang diperoleh dalam forum tersebut.
“Ini merupakan pertama kalinya bagi SBI Cilacap mengikuti kegiatan ini, dan kami mendapatkan banyak sekali masukan serta pembelajaran berharga. Awalnya kami merasa apa yang kami lakukan sudah cukup baik, namun dari diskusi hari ini kami menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu kami benahi dan tingkatkan,” ungkap Dewi.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh insight yang diperoleh tidak akan berhenti di forum ini saja, melainkan akan menjadi bahan pengembangan ke depan.
“Ilmu dan masukan yang kami dapatkan hari ini akan kami sampaikan kepada holding pusat sebagai bagian dari penguatan implementasi sustainability report dan inisiatif keberlanjutan ke depan.”
Sebagai penutup, Dewi menyampaikan harapan agar partisipasi SBI Cilacap di masa mendatang dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan masukan yang diberikan. Harapannya, di tahun depan kami dapat hadir dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan memberikan dampak yang lebih luas. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih.”
Melalui strategi ESG yang terintegrasi, inovasi berkelanjutan, serta dampak sosial yang nyata, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap menunjukkan bahwa industri dapat menjadi bagian dari solusi bagi tantangan lingkungan dan sosial di masa depan.





























