FirstIndonesiaMagz.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan air Sungai Cisadane untuk keperluan mandi, mencuci, memasak, maupun minum. Imbauan ini disampaikan menyusul pencemaran limbah kimia akibat kebakaran gudang pestisida di wilayah Serpong.
Melalui akun Instagram resminya pada Selasa (10/2), Pemerintah Kota Tangerang meminta warga menghindari seluruh aktivitas yang melibatkan air sungai.
“Sehubungan dengan tercemarnya limbah kimia pada Sungai Cisadane akibat kebakaran pabrik pestisida di Serpong, maka sementara ini jangan gunakan air Sungai Cisadane untuk mandi, mencuci, memasak, atau minum,” demikian imbauan yang disampaikan.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak menangkap, mengolah, maupun mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane. Pasalnya, ikan-ikan tersebut dikhawatirkan telah terpapar zat kimia berbahaya yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Warga juga diingatkan untuk menghindari kontak langsung dengan air sungai, terutama jika ditemukan kondisi air berbau menyengat, berbusa, atau berubah warna secara tidak normal.
Bagi masyarakat yang terlanjur terpapar, Pemkot Tangerang menyarankan agar segera membilas tubuh menggunakan air bersih. Jika muncul gejala seperti mual, pusing, iritasi kulit atau mata, hingga sesak napas, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebelumnya, pencemaran Sungai Cisadane terjadi akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan, pada Senin (9/2). Limbah kimia yang terbawa aliran air menyebabkan perubahan warna air baku dan sempat mengganggu pasokan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Meski pihak terkait menyatakan kualitas air PDAM telah melalui proses pengolahan dan dinilai aman untuk digunakan kembali, kekhawatiran warga belum sepenuhnya mereda. Sejumlah warga mengaku masih ragu memanfaatkan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan minum.
Perubahan warna air yang sempat terjadi serta temuan ikan mati mengapung di permukaan sungai membuat sebagian masyarakat memilih menggunakan air galon atau sumber alternatif lainnya sebagai langkah antisipasi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa selain penanganan teknis pencemaran, pemulihan kepercayaan publik menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan pengelola air bersih. Transparansi hasil uji kualitas air serta pemantauan berkala dinilai penting untuk memastikan masyarakat merasa aman dalam menggunakan layanan air bersih.
Pemkot Tangerang pun mengajak warga untuk aktif melaporkan jika menemukan tanda-tanda pencemaran lanjutan, seperti bertambahnya ikan mati atau munculnya bau kimia menyengat di wilayah sekitar Sungai Cisadane.




























