Washington Memanas, Trump Temui Israel dan Saudi Fokus Bahas Isu Iran
Washington Memanas, Trump Temui Israel dan Saudi Fokus Bahas Isu Iran

FirstIndonesiaMagz.id– Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menggelar pertemuan terpisah dengan pejabat tinggi pertahanan dan intelijen dari Israel serta Arab Saudi di Washington pada pekan ini. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas koordinasi terkait Iran, di tengah pertimbangan Washington atas kemungkinan langkah militer terhadap Teheran.

Mengutip dua sumber yang memahami pertemuan tersebut, Reuters pada Kamis (29/1) melaporkan bahwa langkah diplomasi militer ini dilakukan seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, ditandai dengan pengerahan tambahan kekuatan militer AS di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Trump pada Rabu waktu setempat mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan terkait program senjata nuklir. Ia memperingatkan bahwa penolakan Teheran dapat berujung pada tindakan militer dari Amerika Serikat. Menanggapi tekanan itu, Iran menyampaikan ancaman balasan dengan serangan yang lebih besar.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Kepala Intelijen Militer Israel, Mayor Jenderal Shlomi Binder, dilaporkan mengadakan pembicaraan intensif dengan pejabat senior di Pentagon, CIA, serta Gedung Putih pada Selasa dan Rabu.

Sumber yang mengetahui isi pertemuan menyebutkan bahwa Binder turut membagikan informasi intelijen mengenai sejumlah target potensial di wilayah Iran.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman juga berada di Washington untuk bertemu dengan para pejabat tinggi Amerika Serikat. Fokus diskusi tetap tertuju pada ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap stabilitas kawasan.

Meski terlibat dalam pembicaraan tingkat tinggi, Arab Saudi bersama negara-negara Teluk lainnya disebut berupaya menahan eskalasi demi mencegah konflik terbuka berskala besar di Timur Tengah.

Sikap tersebut ditegaskan langsung oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Dalam komunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, ia menyatakan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun wilayah kedaulatannya digunakan untuk serangan militer terhadap Iran. Pernyataan itu dilaporkan oleh kantor berita resmi Saudi, SPA, pekan ini.

Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pertemuan tersebut. Namun sejumlah sumber menyebutkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan terbatas yang menyasar aparat keamanan dan tokoh penting Iran dengan tujuan memicu tekanan internal.

Di sisi lain, pejabat Israel dan negara-negara Arab memberikan catatan kehati-hatian. Mereka menilai bahwa kekuatan udara semata tidak cukup untuk menggulingkan pemerintahan ulama di Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat dan sumber internal menambahkan bahwa hingga saat ini Trump belum mengambil keputusan akhir terkait langkah yang akan ditempuh, termasuk apakah opsi militer benar-benar akan dipilih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here