FirstIndonesiaMagz.id– Pada Senin (11/5), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah mengikuti wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 dengan memaparkan strategi transformasi ESG perusahaan sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan di sektor konstruksi dan infrastruktur nasional.
Paparan disampaikan oleh Mahendra Vijaya selaku Senior Vice President of Transformation & IT Division, didampingi oleh Farida Maharani selaku Senior Manager of Business Strategy Department serta Andhima Muhammad Alif dari Business Strategy Department.
Dalam pembukaannya, Mahendra Vijaya menjelaskan bahwa ESG kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri konstruksi dan infrastruktur.
“ESG is no longer optional. ESG saat ini sudah menjadi business requirement, financial requirement, sekaligus market requirement bagi industri konstruksi,” ujar Mahendra.
Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim, tekanan investor, hingga standar pelaporan global mendorong sektor konstruksi untuk bertransformasi lebih cepat menuju praktik bisnis rendah karbon dan berkelanjutan.
Menurut Mahendra, sektor bangunan dan konstruksi kini menjadi salah satu sektor paling krusial dalam transisi iklim global karena berkontribusi signifikan terhadap konsumsi energi dan emisi karbon dunia.
“Kami melihat ESG bukan sebagai beban, tetapi sebagai blue ocean strategy untuk menciptakan ruang pertumbuhan baru melalui green construction, green supply chain, dan low-carbon infrastructure,” tambahnya.
Mahendra memaparkan bahwa transformasi WIKA dijalankan melalui Strategic Transformation House yang terdiri dari tiga pilar utama:
- Cash Excellence
- Operational Excellence
- Portfolio Sustainable Business
Pendekatan tersebut diperkuat dengan tata kelola berbasis risiko, digitalisasi, penguatan human capital, serta integrasi ESG dalam strategi perusahaan.
“Transformasi yang kami lakukan bukan hanya pemulihan bisnis, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” jelas Mahendra.
WIKA juga telah menyusun roadmap transformasi 2026–2030 yang dimulai dari fase stabilisasi hingga menuju early growth berbasis tata kelola dan keberlanjutan.
Roadmap ESG WIKA dibangun melalui beberapa tahapan, mulai dari prepare, grow, resilience, hingga move menuju perusahaan konstruksi yang menjadi benchmark implementasi ESG nasional.
Perusahaan juga telah menyelaraskan kebijakan ESG dengan standar internasional seperti IFRS Sustainability Standards, TCFD, dan ISO.
Dalam aspek lingkungan, WIKA menetapkan target Net Zero Emission (NZE) 2055 sebagai arah strategis dekarbonisasi perusahaan.
Berbagai program operasional telah dijalankan, antara lain:
- Penggunaan panel surya di proyek dan operasional
- Penggunaan kendaraan listrik
- Pengembangan konstruksi modular ramah lingkungan
- Efisiensi penggunaan energi dan BBM
“Roadmap Net Zero kami tidak berhenti di target jangka panjang. Semua diterjemahkan ke program operasional yang terukur dan dilaporkan secara transparan,” jelas Mahendra.
WIKA juga mengembangkan inovasi seperti Precast Concrete Carbon Capture Storage dan rumah pracetak modular W-HOME yang lebih cepat dibangun, hemat energi, dan minim alat berat.
Dalam aspek sosial, Farida menjelaskan bahwa WIKA menempatkan human capital sebagai strategic enabler transformasi perusahaan.
WIKA membangun budaya kerja yang inklusif dan berkelanjutan melalui:
- Program leadership dan pengembangan talenta
- Family-friendly workplace
- Employee Assistance Program (EAP)
- Wellbeing Program
- Kebijakan maternity leave 14 minggu dengan 100% return-to-work rate
Perusahaan juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui pusat pelatihan WIKASATRIAN, pengembangan UMKM binaan, hingga eco-business berbasis komunitas.
Dalam aspek governance, WIKA memperkuat tata kelola melalui berbagai kebijakan strategis, seperti:
- Anti-bribery management system
- Kebijakan hak asasi manusia
- Perlindungan data pribadi
- Manajemen risiko terintegrasi
- Whistleblowing system
Melalui transformasi berbasis ESG, WIKA menunjukkan bahwa sektor konstruksi dapat bergerak dari pendekatan konvensional menuju pembangunan infrastruktur yang lebih rendah karbon, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Menutup sesi wawancara penjurian, Mahendra Vijaya menyampaikan apresiasi kepada dewan juri dan panitia atas kesempatan serta masukan yang diberikan kepada WIKA dalam ajang Indonesia Sustainability Award 2026.
“Baik, yang pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas seluruh insight dan masukan dari para dewan juri. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan ini kepada kami untuk memaparkan perjalanan transformasi ESG WIKA,” ujar Mahendra.
Ia menambahkan bahwa berbagai masukan yang diterima akan menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan dalam memperkuat implementasi keberlanjutan ke depan.
“Mudah-mudahan presentasi yang kami sampaikan hari ini dapat sesuai dengan yang diharapkan dan menjadi bagian dari upaya kami untuk terus berkembang dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan,” tutupnya.
Mahendra juga menegaskan bahwa WIKA akan terus terbuka terhadap pembelajaran dan kolaborasi demi memperkuat kontribusi perusahaan dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.





























