First Indonesia Magazine- Nilai tukar yen Jepang menguat ke level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap dolar AS pada Rabu (9/9), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah yang mendekati US$100 per barel.

Dilansir Reuters, yen berada di sekitar 153,33 per dolar AS, setelah sebelumnya mencapai 152,89 atau level terkuat sejak Februari. Yen telah menguat sekitar 4% sepanjang September.

Penguatan yen didorong oleh ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan mempercepat pengetatan kebijakan moneter. Pelaku pasar memperkirakan BOJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 17-18 September.

Di sisi lain, dolar AS tertekan menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pada Jumat. Data tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga.

Tekanan terhadap pasar juga datang dari harga minyak. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 1% hingga mendekati US$99 per barel akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap sejumlah kota di Arab Saudi, disusul serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker minyak Iran dan serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan memengaruhi kebijakan bank sentral dunia. Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko.

Meski demikian, penguatan yen dinilai masih rentan. Sejumlah analis menilai data ekonomi AS yang kuat, tingginya harga energi, serta kekhawatiran terhadap utang Jepang masih menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan mata uang Jepang. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here