FirstIndonesiaMagz.id– Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap regulasi, namun merupakan pondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif, aman, dan berkelanjutan. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan K3 melalui berbagai upaya sistematis dan inovatif.
Pada Senin (14/7), Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul telah mengikuti kegiatan wawancara penjurian OSH Asia’s Summit (OAS) 2025.
OAS 2025 diselenggarakan oleh First Indonesia Magazine bersama para profesional terkemuka di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini melalui beberapa tahapan, seperti wawancara penjurian, penilaian dari para dewan juri, dan tahap finalnya yaitu perolehan penghargaan.
OAS 2025 menjadi kegiatan corporate rating (award) tahunan di bidang Safety dengan tujuan memetakan persoalan dan tantangan yang ada di perusahaan dalam bidang K3 atau HSSE.
Dalam kegiatan wawancara penjurian ini, paparan perusahaan dibuka oleh Toni Prasetyo selaku Ka. Bag. Teknik dan dilanjutkan oleh Rhangga Nur Wisangeni selaku Ka. Seb. Bag. Distribusi serta Catur Prasetyo selaku Ka. Sub. Bag. Produksi.
Penerapan K3 dimulai dari komitmen manajemen yang terstruktur, yang tertuang dalam kebijakan K3 serta dokumen penting seperti RPAM (Rencana Pengamanan Air Minum) dan MR (Manajemen Risiko). Tahapan implementasi mencakup:
- Perencanaan K3: Penyusunan kebijakan, identifikasi bahaya, serta penilaian dan pengendalian risiko.
- Pelaksanaan: Sosialisasi SOP, penyediaan fasilitas pendukung seperti APD, asuransi kesehatan, dan pelatihan karyawan.
- Pemantauan & Evaluasi: Pemantauan prosedur keselamatan dan peninjauan berkala.
- Peningkatan Berkelanjutan: Pembaruan alat dan sistem untuk menjamin efektivitas K3.
PERUMDAM Bantul juga mengintegrasikan teknologi dalam mendukung sistem K3, antara lain:
- Pemantauan Real-Time: Menggunakan alat digital seperti pH meter, turbidity meter, dan flow meter untuk memantau kualitas air secara langsung.
- Inspeksi Infrastruktur dengan Drone: Untuk mengakses area yang sulit dijangkau, inspeksi visual dilakukan menggunakan drone, meningkatkan efisiensi dan keamanan kerja.
Penerapan K3 tentu saja membawa dampak positif yang nyata di perusahaan, antara lain:
- Penurunan NRW (Non-Revenue Water) berkat sistem perbaikan kebocoran yang lebih aman dan cepat.
- Peningkatan Hasil Produksi: Lingkungan kerja yang aman mendukung produktivitas.
- Pengendalian Mutu Produk Lebih Terjamin: Kualitas air dan pelayanan pelanggan semakin terjaga.
Partisipasi dan Pelatihan SDM
Sumber daya manusia menjadi pusat dari penerapan K3 di PERUMDAM Bantul, secara konsisten PERUMDAM Bantul menyelenggarakan pelatihan seperti:
- Pelatihan Dasar K3: Untuk semua karyawan, bertujuan memberikan pemahaman prinsip-prinsip dasar K3.
- Pelatihan Pengoperasian Alat: Seperti Ultra Flow Meter bagi operator dan teknisi, guna mendukung pengoperasian alat secara aman dan efisien.
Budaya K3 yang matang terbentuk dari dua aspek utama:
- Aspek Psikologis (Cara Berpikir): Keselamatan menjadi prioritas utama, dengan pendekatan proaktif terhadap potensi bahaya, perhatian pada detail kerja, dan komitmen terhadap prosedur.
- Aspek Sosiologis (Cara Berinteraksi): Menciptakan komunikasi yang terbuka, saling menghargai antar rekan kerja, kolaborasi, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan.
Budaya ini diwujudkan melalui penerapan prinsip “Safety First” dan menjadikan setiap insiden sebagai pembelajaran untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang menyeluruh, PERUMDAM Bantul membuktikan bahwa penerapan K3 bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan kebutuhan strategis. Dengan komitmen tinggi, dukungan teknologi, dan pelibatan seluruh karyawan, budaya K3 yang matang dapat tercapai dan pada akhirnya membawa manfaat besar bagi organisasi dan masyarakat.